26/04/2021
Jangan Macam Macam Mudik Ke Lumajang, Pulangmu Akan Sia Sia , Putar Balik Atau Karangtina
14/01/2021
What do the Sinovac coronavirus vaccine efficacy results mean?
11/01/2021
Baca, Masyarakat Tidak Wajib Di Suntik Vaksin Covid-19, Berikut Penjalasannya - FAISOLOFFICIAL.COM
FAISOLOFFICIAL.COM - Vaksinasi diharapkan menjadi salah satu upaya yang bisa menekan pengendalian penyebaran virus corona.
Di Indonesia, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pada pekan kedua Januari 2021 dengan menggunakan vaksin buatan China, Sinovac.
Ada banyak hal yang harus diketahui sebelum menerima vaksin, termasuk penyakit penyerta dan kondisi tubuh penerima vaksin.
Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan kepada seseorang.
Rekomendasi tersebut khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Apa saja?
Pertama, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 atau lebih.
Kedua, berada dalam salah satu kondisi berikut:
Pernah terkonfirmasi Covid-19
Sedang hamil atau menyusui
Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir
Ada anggota keluar yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19
Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)
Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
Menderita penyakit jantung (gagal jantung atau coroner)
Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis)
Menderita penyakit ginjal
Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis
Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun
Menderita kanker, kelainan darah, imuno kompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi
Ketiga, bila menderita HIV dengan angka CD4 lebih dari 200 atau tidak diketahui.
Sumber : Covid-19.com, Liputan6.com
18/11/2020
Di Anggap Tidak Adil, Pendidikan Di Anak Tirikan, Tempat Keramaian Jalan Terus
Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Program Sinau Bareng di sekolah yang baru beberapa hari diluncurkan sudah harus ditunda pelaksanaannya. Alasannya, angka kasus Covid-19 di Lumajang terus meningkat dan Lumajang masuk Zona Merah.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang, Eko Romadhon menuturkan jika kebijakan yang diambil oleh Bupati Lumajang ini memang sudah tepat. “Jika bupati tidak merespon dengan cepat dan tepat, dikhawatirkan akan jadi boomerang kepada beliau,” ucapnya, Selasa (17/11/20).
Sedangkan di lain pihak, kegiatan masyarakat di tempat-tempat keramaian, seperti di tempat wisata, hajatan, tempat hiburan dan lain-lain terkesan aman-aman saja. Sehingga menurutnya, para guru merasa jika kondisi tersebut sangat tidak adil.
“Kenapa proses belajar mengajar harus diperlakukan seperti ini, sedangkan kegiatan lain tetap dilos bebas seperti itu. Jika proses belajar mengajar dibatasi, harusnya kegiatan lain juga dibatasi,” ucap Ketua Dewan Pendidikan menyampaikan keluhan para guru.
Karena bupati membranding kebijakannya dengan judul yang terlalu spesifik “Sinau Bareng” masih kata Eko, sehingga masyarakat menganggap kebijakan tersebut hanya diperuntukkan anak sekolah saja. Ketika program tersebut ditunda atau dihentikan, maka itu berlaku bagi lingkungan pendidikan.
“Harusnya murid tetap bersekolah dengan diberi kesempatan belajar 1,5 jam dan maksimal 2 jam. Itu pun harus tetap dibatasi. Bisa seminggu 2-3 kali pertemuan, dan guru tetap masuk setiap hari. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.
Menurutnya, jika anak-anak di rumah terus bisa setres semua. Anaknya setres, orang tuanya setres. “Anak itu butuh sosialisasi dengan teman dan lingkungan agar tidak jenuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, kalau anak-anak dilepas atau dibiarkan seperti ini, dari mana anak mendapat pendidikan akhlak dan budi pekerti? Kalau ilmu pengetahuan masih bisa lah mencari di internet. Tapi kalau budi pekerti dan akhlak harus dinarasikan oleh guru agar anak-anak paham.
“Lebih baik tetap dilaksanakan dengan menjaga protokol kesehatan dan jangan terlalu lama, guru tiap hari masuk dan muridnya diatur dan dibagi jamnya,” tambahnya lagi.
Ia juga mengaku kurang setuju dengan kegiatan guru sambang, apalagi banyak guru-guru yang mengajar anak didiknya di emperan toko, di mushola, di pinggir sungai dan di posyandu. “Memang boleh belajar di mana pun tempatnya. Tapi kesannya kok kurang etis, melas. Harapan Saya, siswa tetap bisa berkomunikasi dengan gurunya,” pungkasnya.
15/11/2020
Covid-19 Terus Meningkat, Dindik Hentikan Sementara Program Sinau Bareng
27/10/2020
Masiswa Indonesia kuliah di china pulang terpaksa | Karena Covid-19
Masiswa Indonesia kuliah di china pulang terpaksa | Karena Covid-19.
Tegal, (FAISOLOFFICIAL.COM) - Seorang warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah diketahui ada yang menempuh pendidikan di Cina. Menyusul mewabahnya virus corona, mahasiswa yang sudah sekitar empat tahun kuliah di Negeri Tirai Bambu itu memutuskan pulang ke Indonesia.
Mahasiswa tersebut yakni Ahmad Yusuf Faisol Labib (21), warga RT 04 RW 01 Desa Lemah Duwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Dia merupakan mahasiswa jurusan Bisnis Internasional salah satu kampus di Guangzhou, Cina.
Ibu Yusuf, Atika (50) mengatakan, anaknya pulang ke Indonesia menggunakan pesawat terbang komersil, Selasa (28/1).
"Sampai di Indonesia kemarin dan tadi malam menginap dulu di Bekasi. Hari ini dalam perjalanan ke Tegal," ungkap Atika saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/1).
Menurut Atika, Yusuf sebelumnya tidak berencana untuk pulang karena kuliahnya hampir selesai dan akan menjalani magang. Namun karena di Cina sedang mewabah Virus Corona, anak ketiga dari empat bersaudara itu memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
"Belum sempat cerita kondisi di sana. Katanya ceritanya ketika sudah di rumah saja. Hanya bilang mau pulang, (mahasiswa Indonesia) di sini (Guangzhou) pada pulang," ujar Atika.
Atika juga diliputi kecemasan terkait kondisi anaknya sejak ramai berita kemunculan wabah Virus Corona. "Saya juga khawatir banget, karena di TV ramai. Saya bilang, udah mas pulang aja," tuturnya.
Atika menyebut, selain anaknya, terdapat satu warga Kabupaten Brebes yang juga berkuliah di Guangzhou, namun berbeda kampus. Warga Kecamatan Jatibarang itu sudah lebih dulu pulang.
"Dia sudah pulang duluan tanggal 20 Januari. Sebenarnya ada dua lagi warga Tegal, tapi satu sudah keluar dan satu lagi rumahnya sudah pindah ke Jogja," ucapnya.
Referensi :
Qorona Dalam Al-Qur'an yang di salah tafsirkan
Hati-hati menggunakan ayat-ayat Al Quran !!!
Banyak postingan menggunakan ayat Al Quran, berusaha mencocokkan nama virus korona dengan ayat alquran yang berbunyi :
وقرن في بيوتكن
Wa qorna fii buyuutikunna.
Bagi saya pribadi ini adalah ilmu cocok logi ngawur yang tidak berdasar dengan beberapa pertimbangan :
1. Kata "WA QORNA" ada dua varian bacaan, QORNA dengan fathah versi bacaan imam Nafi', 'Ashim dan para qurra' madinah, sedang para qurra' kufah, bashrah dan mayoritas ulama membaca "WAQIRNA" dengan kasrah.
2. Yang dikhitobi dalam ayat tersebut adalah para istri Rasulullah SAW, para Ummahatul Mukminin, jika kata QORNA kemudian disamakan dengan nama virus korona, seakan-akan para istri Nabi itu adalah virus, laa ilaha illallah
نعوذ بالله من سوء الأدب بأهل بيت النبي صلى الله عليه وسلم
3. Kalau kita masih memaksa cocok logi, kenapa tidak menyamakan nama virus qorona dengan qorun (qoruna/قارون) yang juga disebutkan dalam Al Quran yang di identikkan dengan keserakahan, kemegahan dan kesombongan, dimana munculnya virus korona ini juga bisa jadi sebagai peringatan dari Allah SWT. atas keserakahan dan kesombongan manusia.
Jadi, tulisan ini hanya pengingat agar jangan memahami Al Quran serampangan apalagi hanya ilmu cocoklogi, khawatir kita masuk dalam sabda Nabi SAW.
من فسر القرآن برأيه فليتبوأ مقعده من النار
والله أعلم بالصواب







