Klik disini

Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan

26/04/2021

Jangan Macam Macam Mudik Ke Lumajang, Pulangmu Akan Sia Sia , Putar Balik Atau Karangtina

Kapolres Lumajang, Eka Yekti Hananton Seno

Lumajang, Faisolofficial.com - Dalam Menyambut Lebaran tahun ini beda dengan tahun tahun sebelumnya yakni mengenai peraturan pemerintah dengan adanya covid-19 dan demi mengurangi dampak yang positif menular, biasanya di tahun 2019 dan tahun sebelumnya warga dapat bercengkeramah dengan kelurganya atau mudik secara serentak, di tahun ini beda, seleruh indonesia tidak dapat mudik karena adanya covid ini, hususnya Seluruh Elmen Pemerintah Lumajang  menindak lanjuti aturan pemerintah terkait covid-19 ini

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, untuk mencegah mobilitas arus mudik di kabupaten Lumajang, pihaknya akan melakukan penyekatan di dua titik wilayah.

"Untuk sementara penyekatan titik penyekatan mudik di Lumajang yang kita sudah siapkan itu ada dua, pertama di Klakah tempatnya jembatan timbangan Klakah. Kedua di perbatasan Pronojiwo,"  ungkap Eka usai melaksanakan Apel gelar pasukan kesiapan pengamanan larangan mudik menjelang hari Raya Idul Fitri 1442.

Saat dilakukan penyekatan,  apabila ada masyarakat yang nekat mudik, diminta untuk memutar balik 

"Jika ditemukan adanya masyarakat yang nekat mudik, petugas memastikan akan menindak dan meminta masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing, " tegas Eka Yekti.

Sementara Untuk Lumajang Jember masih satu rayon, hanya dilakukan pemeriksaan bukan pengetatan.

"Jika ada yang melanggar nantinya akan di putar balik," tuturnya.

Sementara jalan tikus nantinya akan dijaga Polsek dan Koramil dibantu satgas keamanan desa.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan, jika ada warga yang sudah terlanjur mudik akan dilakukan isolasi di Balai Desa selama 5 hari.

"Kalau sudah terlanjur masuk, kita lakukan isolasi di balai desa, karena di balai desa sudah siap punya ruang isolasi sendiri, " tuturnya.

Sementara itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq, mengatakan, TNI-Polri yang ada di garda terdepan untuk memastikan jalur masuk kabupaten Lumajang dilakukan penyekatan.

"Nanti akan kita tanya orang yang masuk dari luar kota harus putar balik. Di beberapa tempat wilayah lain sudah berjalan, sudah ada yakni diputar balik, kembali ke tempat masing-masing dan ini akan dipantau di semua daerah." tutur Bupati.

Thorqiul Haq mengatakan bahwa pasukan TNI Polri di Lumajang akan stanby untuk memastikan bahwa larangan mudik ini akan dilaksanakan dengan benar dan mantap.

"Jadi untuk orang luar Kabupaten Lumajang akan dilakukan penyekatan, di perbatasan baik Probolinggo maupun Malang, Secara teknis akan dilakukan TNI Polri," Tururnya.

14/01/2021

What do the Sinovac coronavirus vaccine efficacy results mean?


 Questions are raised over the effectiveness of a coronavirus vaccine developed by Chinese drug maker Sinovac Biotech after a partner science institute in Brazil, where phase 3 clinical trials are under way, released lower-than-expected efficacy results for the vaccine. The Butantan Institute in Sao Paulo said the CoronaVac vaccine had a roughly 50 per cent general efficacy rate – well below the 78 per cent reported earlier. So what do the numbers mean? Is CoronaVac still effective?


The institute said the vaccine was 50.4 per cent effective in preventing Covid-19 with symptoms starting from mild to severe. The figure, which indicates how effective a vaccine is in trials, just meets the 50 per cent minimum threshold required by most regulators round the world, but is less than the 70 per cent recommended by the planet Health Organization (WHO). the ultimate efficacy rate could also be above 50.4 per cent after the corporate factors in clinical test data from Indonesia and Turkey. Turkey has said that the vaccine was found to be 91.2 per cent effective supported a smaller study.

Each trial is meant differently so direct comparisons of efficacy rates aren't possible but they're good general references in understanding the vaccine’s effectiveness.

11/01/2021

Baca, Masyarakat Tidak Wajib Di Suntik Vaksin Covid-19, Berikut Penjalasannya - FAISOLOFFICIAL.COM

Foto Ilustrasi
 

FAISOLOFFICIAL.COM - Vaksinasi diharapkan menjadi salah satu upaya yang bisa menekan pengendalian penyebaran virus corona.


Di Indonesia, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pada pekan kedua Januari 2021 dengan menggunakan vaksin buatan China, Sinovac.


Ada banyak hal yang harus diketahui sebelum menerima vaksin, termasuk penyakit penyerta dan kondisi tubuh penerima vaksin.


Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan kepada seseorang.


Rekomendasi tersebut khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).


Apa saja? 


Pertama, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 atau lebih.





Kedua, berada dalam salah satu kondisi berikut:


Pernah terkonfirmasi Covid-19

Sedang hamil atau menyusui

Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir

Ada anggota keluar yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19

Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)

Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

Menderita penyakit jantung (gagal jantung atau coroner)

Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis)

Menderita penyakit ginjal

Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis

Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

Menderita kanker, kelainan darah, imuno kompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi

Ketiga, bila menderita HIV dengan angka CD4 lebih dari 200 atau tidak diketahui.


Sumber : Covid-19.com, Liputan6.com

18/11/2020

Di Anggap Tidak Adil, Pendidikan Di Anak Tirikan, Tempat Keramaian Jalan Terus

Program Sinau Bareng sebelum dihentikan
 

Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Program Sinau Bareng di sekolah yang baru beberapa hari diluncurkan sudah harus ditunda pelaksanaannya. Alasannya, angka kasus Covid-19 di Lumajang terus meningkat dan Lumajang masuk Zona Merah.


Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang, Eko Romadhon menuturkan jika kebijakan yang diambil oleh Bupati Lumajang ini memang sudah tepat. “Jika bupati tidak merespon dengan cepat dan tepat, dikhawatirkan akan jadi boomerang kepada beliau,” ucapnya, Selasa (17/11/20).


Sedangkan di lain pihak, kegiatan masyarakat di tempat-tempat keramaian, seperti di tempat wisata, hajatan, tempat hiburan dan lain-lain terkesan aman-aman saja. Sehingga menurutnya, para guru merasa jika kondisi tersebut sangat tidak adil.


“Kenapa proses belajar mengajar harus diperlakukan seperti ini, sedangkan kegiatan lain tetap dilos bebas seperti itu. Jika proses belajar mengajar dibatasi, harusnya kegiatan lain juga dibatasi,” ucap Ketua Dewan Pendidikan menyampaikan keluhan para guru.


Karena bupati membranding kebijakannya dengan judul yang terlalu spesifik “Sinau Bareng” masih kata Eko, sehingga masyarakat menganggap kebijakan tersebut hanya diperuntukkan anak sekolah saja. Ketika program tersebut ditunda atau dihentikan, maka itu berlaku bagi lingkungan pendidikan.


“Harusnya murid tetap bersekolah dengan diberi kesempatan belajar 1,5 jam dan maksimal 2 jam. Itu pun harus tetap dibatasi. Bisa seminggu 2-3 kali pertemuan, dan guru tetap masuk setiap hari. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.


Menurutnya, jika anak-anak di rumah terus bisa setres semua. Anaknya setres, orang tuanya setres. “Anak itu butuh sosialisasi dengan teman dan lingkungan agar tidak jenuh,” jelasnya.


Ia menambahkan, kalau anak-anak dilepas atau dibiarkan seperti ini, dari mana anak mendapat pendidikan akhlak dan budi pekerti? Kalau ilmu pengetahuan masih bisa lah mencari di internet. Tapi kalau budi pekerti dan akhlak harus dinarasikan oleh guru agar anak-anak paham.


“Lebih baik tetap dilaksanakan dengan menjaga protokol kesehatan dan jangan terlalu lama, guru tiap hari masuk dan muridnya diatur dan dibagi jamnya,” tambahnya lagi.


Ia juga mengaku kurang setuju dengan kegiatan guru sambang, apalagi banyak guru-guru yang mengajar anak didiknya di emperan toko, di mushola, di pinggir sungai dan di posyandu. “Memang boleh belajar di mana pun tempatnya. Tapi kesannya kok kurang etis, melas. Harapan Saya, siswa tetap bisa berkomunikasi dengan gurunya,” pungkasnya.

15/11/2020

Covid-19 Terus Meningkat, Dindik Hentikan Sementara Program Sinau Bareng

Drs Agus Salim M.pd Kepala Dinas Pendidikan Lumajang


Lumajang Faisolofficial.com – Baru kemarin (kamis, 12/11/2020) Pemkab Lumajang melalui Dindik Lumajang melaunching Program Sinau Bareng (PSB) guna mempermudah akses pembelajaran bagi siswa – siswi dimasa pandemi covid 19, namun karena covid 19 di Lumajang terus meningkat hingga hari ini, akhirnya PSB dihentikan sementara dan Dinas Pendidikan Lumajang (Dindik) akan mengevaluasi PSB.

Drs Agus Salim M.pd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa Dindik akan mengevaluasi PSB mengingat situasi covid 19 di Lumajang semakin meningkat.

“Mengingat kondisi dan situasi Lumajang terkait covid 19 pada saat ini Dinas Pendidikan mengevaluasi PSB sampai nanti situasi di Lumajang benar – benar kondusif paling tidak kalau sudah zona orange baru kita kembali ke PSB,” Ujarnya via telp, senin (16/11/2020) .

“Untuk sementara waktu mulai besok seluruh sekolah kembali ke program ‘daring’ dan program sinau bareng kita evaluasi terlebih dahulu,” Imbuhnya.

data covid 19 di kabupaten Lumajang


data covid 19 di kabupaten Lumajang
Lebih jauh Agus menjelaskan bahwa PSB akan dimulai lagi jika Lumajang sudah kembali ke zona orange.

“Jika besok atau lusa sudah masuk zona orange, PSB kita mulai lagi, jadi kapanpun kita melihat situasi dan kondisi Lumajang semakin membaik ya semakin cepat PSB kita mulai lagi,” Terangnya.

Terpisah dr Bayu, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan memang sampai saat ini yang terkonfirmasi covid 19 semakin meningkat.

“Hari ini belum keluar peta zonasinya (data resmi.red), besok keluarnya, namun hari ini masih ada peningkatan yang terkonfirmasi covid 19, dan suspek pasien disemua rumah sakit di Lumajang Hampir penuh,” Jelasnya via telp.

Untuk Informasi, hingga 15/16/2020 jumlah yang terkonfirmasi virus corona di Lumajang mencapai 1100, yang sembuh 839, meninggal 120, sedangkang sisanya dalam pengawasan.

27/10/2020

Masiswa Indonesia kuliah di china pulang terpaksa | Karena Covid-19

Masiswa Indonesia kuliah di china pulang terpaksa | Karena Covid-19.


Tegal, (FAISOLOFFICIAL.COM) - Seorang warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah diketahui ada yang menempuh pendidikan di Cina. Menyusul mewabahnya virus corona, mahasiswa yang sudah sekitar empat tahun kuliah di Negeri Tirai Bambu itu memutuskan pulang ke Indonesia.

Mahasiswa tersebut yakni Ahmad Yusuf Faisol Labib (21), warga RT 04 RW 01 Desa Lemah Duwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Dia merupakan mahasiswa jurusan Bisnis Internasional salah satu kampus di Guangzhou, Cina.

Ibu Yusuf, Atika (50) mengatakan, anaknya pulang ke Indonesia menggunakan pesawat terbang komersil, Selasa (28/1).

"Sampai di Indonesia kemarin dan tadi malam menginap dulu di Bekasi. Hari ini dalam perjalanan ke Tegal," ungkap Atika saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/1).

Menurut Atika, Yusuf sebelumnya tidak berencana untuk pulang karena kuliahnya hampir selesai dan akan menjalani magang. Namun karena di Cina sedang mewabah Virus Corona, anak ketiga dari empat bersaudara itu memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

"Belum sempat cerita kondisi di sana. Katanya ceritanya ketika sudah di rumah saja. Hanya bilang mau pulang, (mahasiswa Indonesia) di sini (Guangzhou) pada pulang," ujar Atika.

Atika juga diliputi kecemasan terkait kondisi anaknya sejak ramai berita kemunculan wabah Virus Corona. "Saya juga khawatir banget, karena di TV ramai. Saya bilang, udah mas pulang aja," tuturnya.

Atika menyebut, selain anaknya, terdapat satu warga Kabupaten Brebes yang juga berkuliah di Guangzhou, namun berbeda kampus. Warga Kecamatan Jatibarang itu sudah lebih dulu pulang.

"Dia sudah pulang duluan tanggal 20 Januari. Sebenarnya ada dua lagi warga Tegal, tapi satu sudah keluar dan satu lagi rumahnya sudah pindah ke Jogja," ucapnya.


Referensi : 

http://Gatra.com

Qorona Dalam Al-Qur'an yang di salah tafsirkan

 Hati-hati menggunakan ayat-ayat Al Quran !!!

Foto Ilustrasi

Banyak postingan menggunakan ayat Al Quran, berusaha mencocokkan nama virus korona dengan ayat alquran yang berbunyi :

وقرن في بيوتكن

Wa qorna fii buyuutikunna. 

Bagi saya pribadi ini adalah ilmu cocok logi ngawur yang tidak berdasar dengan beberapa pertimbangan :


1. Kata "WA QORNA" ada dua varian bacaan, QORNA dengan fathah versi bacaan imam Nafi', 'Ashim dan para qurra' madinah, sedang para qurra' kufah, bashrah dan mayoritas ulama membaca "WAQIRNA" dengan kasrah. 

 

2. Yang dikhitobi dalam ayat tersebut adalah para istri Rasulullah SAW,  para Ummahatul Mukminin, jika kata QORNA kemudian disamakan dengan nama virus korona, seakan-akan para istri Nabi itu adalah virus, laa ilaha illallah


 نعوذ بالله من سوء الأدب بأهل بيت النبي صلى الله عليه وسلم 

3. Kalau kita masih memaksa cocok logi, kenapa tidak menyamakan nama virus qorona dengan qorun (qoruna/قارون) yang juga disebutkan dalam Al Quran yang di identikkan dengan keserakahan, kemegahan dan kesombongan, dimana munculnya virus korona ini juga bisa jadi sebagai peringatan dari Allah SWT. atas keserakahan dan kesombongan manusia. 


Jadi, tulisan ini hanya pengingat agar jangan memahami Al Quran serampangan apalagi hanya ilmu cocoklogi, khawatir kita masuk dalam sabda Nabi SAW.


من فسر القرآن برأيه فليتبوأ مقعده من النار

والله أعلم بالصواب